Sabtu, 9  februari 2019. Setiap siswa yang telah menammatkan studinya pada jenjang sekolah menengah atas tentunya mempunyai mimpi untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Setiap tahun semakin meningkat jumlah peminat untuk kuliah di perguruan tinggi negeri. Olehnya perlu ada seleksi yang lebih ketat dan kompetitif dalam melakukan rekrutmen mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dilakukan dengan ujian berbasis komputer . Oleh karena keterbatasan fasilitas dalam melaksanakan ujian semacam ini, memaksakan sebagaian peserta harus mengikuti SBMPTN melalui ujian tertulis. Salah satu penyebabnya adalah karena tes SBMPTN dilakukan secara serentak diseluruh  Indonesia.

Perbedaan sistem 2018 dan 2019

Dalam rangka memperoleh hasil seleksi yang lebih baik, maka pihak kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) membuat satu mekanisme baru dalam tes SBMPTN 2019. Hal ini sangat berbeda dengan tes SBMPTN ditahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada pelaksanaan tes yang berbasis komputer yang diaman tahun ini tesnya dilaksanakan oleh lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT) sementara tahun sebelumnya dilaksanakan oleh Panitia seleksi SBMPTN itu sendiri. Pada tahun 2019, setiap peserta akan mengikuti tes Ujian Tulis berbasis Komputer (UTBK). Pelaksanaan UTBK dilakukan selama 12 minggu dan setiap minggu hanya dibuka dua kali tes. Setiap peserta hanya boleh mengikuti tes sebanyak dua kali dan mereka akan mengambil nilai tes tertinggi untuk kemudian dilampirkan pada berkas yang akan diajukan pada perguruan tinggi yang mereka inginkan.

Tahapan Pendaftaran dan kerangka waktu UTBK
Kerangka Waktu SBMPTN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here