Bagi pemilik usaha mikro/ kecil pada umumnya kurang memperhatikan kegiatan pembukuankeuangan untuk usahanya. Mereka menganggap bahwabelum perlu dilakukan pencatatan apalagi pembukuan. Terkadang kegiatan pembukuan dipandang sebagai beban tambahan yang dipandang kurang bermanfaat, bahkan dirasa hanya membuangbuang waktu saja. Hal ini disebabkan adanya pandangan bahwa kegiatan pembukuan itu rumit. Pada umumnya mereka mengandalkan ingatannya untuk menghitung berapa banyak uang yang akan dibelanjakan atau

hasil perolehan penjualannya. Yang mereka pentingkan biasanya berapa uang diterima dan berapa uang harus dibelanjakan saja. Tetapi terkadang kesulitan untuk mengetahui secara rinci tentang penggunaan uang hasil usahanya. Demikian juga mereka sering mengalami kesulitan untuk mengetahui perhitungan keuntungan

usaha. Menurut mereka yang paling penting fisik uang dan catatan keuangan bagi mereka. Kalaupun mereka mempunyai catatan biasanya hanya nota/ bukti pembayaran saja, sedang lainnya mereka tidak mengusahakan. Oleh karena itu sebelum memperkenalkan model pembukuan yang memadai bagi usaha mikro, terlebih dahulu mereka diajak untuk mengetahui tujuan dan manfaat kegiatan pembukuan.

Tujuan dan Manfaat Pembukuan Bagi Kegiatan Usaha Mikro

Pada dasarnya kegiatan pembukuan merupakan usaha untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan transaksi penerimaan maupun pengeluaran uang yang pada akhirnya dapat diketahui kondisi keuangan usaha. Sehingga dengan kegiatanpembukuan pengusaha mikro bisa mengetahui berapa kekayaan usahanya, jumlah utang , jumlah piutang, serta jumlah nilai barang sediaan. Para pemilik usaha mikro perlu menyadari bahwa kemampuan untuk mengingat, sebagai manusia memiliki keterbatasan.

Keterbatasan kemampuan mengingat ini bisa disebabkan karena kelelahan, sakit, kesibukan karena banyaknya pekerjaan sehingga tidak bisa konsentrasi. Dengan demikian jika pengusaha mikro sering mengalami kelupaan, maka untuk membantu daya ingat adalah dengan membuat catatan-catatan atau tepatnya membuat pembukuan. Pembukuan dapat dilakukan dengan carasederhana tetapi dapat diandalkan. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan pembukuan adalah:

  1. Membantu untuk “mengingat” semua transaksi yang dilakukan.
  2. Membantu untuk melakukan monitoring semua barang dan jasa yang dimiliki.
  3. Membantu upaya untuk melakukan “analisa” apakah
  4. usahanya sehat atau tidak.
  5. Membantu pemilik untuk melakukan “ kontrol” bila yang menjalankan usaha itu orang lain.
  6. Mengembangkan sikap keterbukaan & kejujuran.

Prinsip-Prinsip Pembukuan usaha mikro

  1. Kronologis. Seluruh transaksi penerimaan maupun pengeluaran harus dicatat sesuai dengan urutan waktu kejadian.
  2. Sistematis Pembukuan sebagai suatu proses terdiri dari serangkaian kegiatan pencatatan yang harus urut sesuai langkahlangkah pembukuan.
  3. Analitis Seluruh pencatatan harus terurai/ terinci sesuai nama perkiraan/ rekening dan penggolongannya.
  4. Rekapitulasi Rekapitulasi artinya penggabungan dari seluruh transaksi di dalam setiap nama rekening.
  5. Akuntanble Bahwa seluruh kegiatan pencatatan keuangan harus dapat dipertanggung jawabkan atau seluruh pencatatan keuangan didukung dengan adanya bukti pendukung.
  6. Auditable Seluruh hasil kegiatan pembukuan yang berupa laporan keuangan (neraca dan laba/rugi) dapat diperiksa kebenarannya.
  7.  Cash Basic. Dalam sistem akuntansi koperasi kredit menggunakan prinsip cash basic, artinya pencatatan keuangan dilakukan terhadap transaksi yang benar-benar terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here