Empirisme Dalam Dunia Pendidikan

0
22

Dari dulu sampai sekarang ini pendidikan merupakan hal yang paling penting untuk membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik, dan masalah sukses tidaknya pendidikan tidak lepas dari faktor pembawaan dan lingkungan. Pembawaan dan lingkungan merupakan hal yang tidak mudah untuk di jelaskan sehingga memerlukan penjelasan dan uraian yang tidak sedikit.

Telah bertahun-tahun lamanya para ahli didik, ahli biologi, ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusaha mencari jawaban, tentang perkembangan manusia itu sebenarnya bergantung kepada pembawaan ataukah lingkungan. Dalam hal ini penulis akan memaparkan beberapa pendapat dari aliran-aliran klasik, empirisme serta pengaruhnya terhadap pemikiran dan praktek pendidikan di Indonesia, serta pandangan islam terhadap pendidikan.

Pentingnya pendidikan telah dirasakan oleh manusia, setiap manusia memerlukan pendidikan. Hingga pendidikan sangat diprioritaskan dalam suatu negara, khusunya di Indonesia. Pendidikan merupakan upaya untuk mengembangkan potensi pesrta didik. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan berarti bimbingan yang diberikan secara sengaja oleh pendidik kepada anak didik agar menjadi dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah tuntunan kepada pertumbuhan manusia mulai dari lahir sampai tercapainya kedewasaan dalam jasmaniyah dan rokhaniyah. Selain itu, pendidikan adalah hal yang mutlak pada diri manusia. Untuk dapat mendidik dan mengembangkan pendidikan tesebut, maka banyak macam-macam aliran pendidikan yang digunakan untuk memecahkan itu semua. Diantara aliran tersebut adalah aliran empirisme, aliran nativisme, dan aliran konvergensi.

Baca juga falsafah hidup masyarakat Bugis

Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Empiris memegang peranan yang amat penting bagi Pendidikan Karena merupakan  merupakan satu-satunya sumber dan dasar ilmu pengetahuan menurut penganut empirisme.

Penerapan Aliran Empirisme Dalam Dunia Pendidikan

Belajar Berpikir

Empiris memegang peranan yang amat penting bagi Pendidikan Karena merupakan  merupakan satu-satunya sumber dan dasar ilmu pengetahuan menurut penganut empirisme. Pengalaman inderawi sering dianggap sebagai pengadilan yang tertinggi. Berbeda dengan rasionalisme dengan titik tumpu pengetahuan berdasarkan rasio yang memang menempel secara alami, maka kita akan menemukan perbedaan tajam dengan aliran yang satu ini, yaitu empirisme. Aliran ini menegaskan bahwa pengetahuan manusia berdasarkan pengalaman.

Ajaran-ajaran pokok empirisme yaitu :

a. Pandangan bahwa semua ide atau gagasan merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami.

b.    Pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal atau rasio.

c.     Semua yang kita ketahui pada akhirnya bergantung pada data inderawi.

d.    Semua pengetahuan turun secara langsung, atau di simpulkan secara tidak langsung dari data inderawi (kecuali beberapa kebenaran definisional logika dan matematika).

e.    Akal budi sendiri tidak dapat memberikan kita pengetahuan tentang realitas tanpa acuan pada pengalaman inderawi dan penggunaan panca indera kita. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan bahan yang di peroleh dari pengalaman.

f.     Empirisme sebagai filsafat pengalaman, mengakui bahwa pengalaman sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here