Ditengah banyaknya permasalahan bangsa yang kian hari kian menumpuk membuat masyarakat semakin bertanya tentang solusi apa yang harus diperbuat agar dapat terselesaikan tanpa harus menimbulkan konflik. Keadaan ini tentunya sangat memprihatikan untuk bangsa sebesar Indonesia. Hal ini semakin diperparah dengan proritas penyelesaian masalah yang tak jelas arah. Seharusnya diperlukan sebuah kolaborasi dan konstribusi maksimal baik secara pemikiran maupun tindakan. Negeri sebesar dan sekaya Indonesia seharusnya tidak lagi mengalami permasalahan serumit ini sebab dengan begitu besarnya sumber kekayaan alamnya mestinya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang dapat meminimalisir timbulnya permasalahan lainnya. Namun faktanya tidak demikian, keadaan bangsa ini semakin hari semakin mendapat tanggapan negatif dari masyarakat.
Berbagai kritik terhadap situasi negeri saat ini datang dari berbagai pihak termasuk kalangan Millenial, hal ini merupakan bukti kepedulian mereka terhadap beberapa issu yang menjadi polemik di nergeri ini. Sebut saja ismuddin Arif salah seorang penggiat dunia pendidikan mengungkapkan sejumlah issu krusial yang dihadapi negeri ini dalam akun Facebook nya yakni “issu tentang BBM, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga tiket, kenaikan harga bahan pokok, tentang sistem pemerintahan yang otoriter, tentang hukum yang tak adil, tentang HGU, tentang Novel baswedan dan pelanggaran HAM, tentang bahasa daerah yang punah, tentang biaya sekolah yang semakin mahal, tentang politik, tentang impor, tentang pelajaran agama yang minim jam di setiap sekolah, tentang kurangnya lapangan pekerjaan, tentang kemiskinan, tentang kekerasan murid terhadap guru, dan beberapa issu lainnya”.


Menurut beliau beberapa issu krusial ini yang semestinya mendapat perioritas utama dalam penyelesaiannya ternyata kalah dengan issu tentang film dilan 1991, “ TERNYATA KALAH PERIORITAS DIBANDINGKAN FILM DILAN 1991 YANG DIKRITIK DAN DIBOIKOT PEMUTARANNYA ATAS DASAR MORAL DAN NILAI BUDAYA” Di kutip dari akun Facebook nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here